Kabupaten Malang Didorong Jadi Laboratorium Pembangunan Global, Wakil Bupati Malang Sambut Kolaborasi Riset Nagoya University dan UB
MALANG — Kabupaten Malang kembali membuka pintu bagi kolaborasi akademik internasional. Pemerintah Kabupaten Malang mendorong wilayahnya tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi berkembang menjadi “laboratorium pembangunan bersama masyarakat” yang mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan solusi nyata bagi pembangunan daerah.
Semangat tersebut mengemuka saat Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menerima kunjungan dan silaturahmi delegasi Nagoya University, Jepang, yang didampingi akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), di Ruang Rapat Anusapati, Jalan Merdeka Timur Nomor 3, Malang, Senin (14/9) siang.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring penelitian internasional sekaligus mendorong agar hasil-hasil riset dapat didiseminasikan dan diterjemahkan menjadi masukan bagi pembangunan Kabupaten Malang.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Diklat Keuangan (BDK) Malang beserta jajaran, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB UB beserta rombongan, Ketua kegiatan KKN Mahasiswa Nagoya University Jepang bersama para dosen dan mahasiswa, serta para asisten dan jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Malang.
Wabup Malang mengatakan, Kabupaten Malang memiliki potensi geografis dan sosial yang sangat kaya sehingga layak menjadi ruang pembelajaran sekaligus laboratorium riset bagi akademisi, baik nasional maupun internasional.
Dengan luas wilayah lebih dari 3.500 kilometer persegi, Kabupaten Malang merupakan salah satu wilayah terluas di Jawa Timur. Karakter wilayahnya juga sangat beragam, mulai dari kawasan pegunungan, pertanian dan perkebunan, perkotaan, hingga kawasan pesisir dan laut.
“Keragaman tersebut memberikan ruang yang sangat luas untuk pengembangan penelitian. Kabupaten Malang dapat menjadi laboratorium pembangunan yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Wabup Malang.
Menurutnya, berbagai sektor strategis dapat dikembangkan menjadi lokus penelitian, mulai dari ekonomi desa dan pemberdayaan masyarakat, transformasi digital, penguatan ekonomi lokal, pertanian, ketenagakerjaan, pariwisata, hingga pengelolaan lingkungan hidup.
Karena itu, Pemkab Malang mengajak perguruan tinggi dan akademisi internasional untuk melihat Kabupaten Malang bukan sekadar sebagai lokasi penelitian, melainkan sebagai ruang kolaborasi untuk menguji gagasan, menemukan inovasi, dan menghadirkan solusi pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki pengetahuan dan kapasitas riset, sedangkan pemerintah daerah memegang data, kewenangan, serta ruang implementasi kebijakan. Ketika keduanya bersinergi, hasil riset akademik dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan publik yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya hubungan yang semakin erat antara dunia akademik dan pemerintah daerah. Riset tidak berhenti pada laporan atau publikasi ilmiah, tetapi diharapkan mampu menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Komitmen itu juga diperkuat melalui dukungan Pemkab Malang terhadap pengembangan pendidikan tinggi. Salah satunya melalui pemberian bantuan hibah lahan untuk pengembangan kampus Universitas Brawijaya di Kecamatan Kepanjen.
“Melalui kegiatan diseminasi penelitian internasional ini, diharapkan dapat lahir penelitian yang berkualitas, jejaring pengetahuan yang berkelanjutan, serta inovasi yang membawa kemajuan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malang,” ungkap Wabup Malang.
Sementara itu, kunjungan penelitian Nagoya University di Kabupaten Malang mengambil lokus di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen. Penelitian tersebut diarahkan pada tiga fokus utama, yakni pariwisata, pertanian, dan pendidikan.
Pemilihan Sanankerto sebagai salah satu lokus penelitian menjadi gambaran bahwa potensi lokal Kabupaten Malang memiliki nilai strategis untuk dikaji dalam perspektif pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga dapat memberikan perspektif baru bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wilayah.
Kolaborasi Nagoya University, Universitas Brawijaya, dan Pemkab Malang ini pun menjadi langkah penting untuk membangun jembatan antara pengetahuan global dan potensi lokal.
Dengan kekayaan sumber daya, keragaman wilayah, serta dukungan pemerintah terhadap inovasi dan pendidikan, Kabupaten Malang memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai laboratorium pembangunan global, tempat ilmu pengetahuan, kebijakan, dan partisipasi masyarakat bertemu untuk menciptakan perubahan yang nyata. (prokopim/day)